Trump Buka Kotak Pandora, Pentagon Rilis 162 Dokumen Rahasia UFO

4 days ago 41

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pentagon mulai merilis dokumen-dokumen baru terkait UFO dan menyatakan masyarakat bebas menarik kesimpulan mereka sendiri mengenai “fenomena anomali tak dikenal” atau unidentified anomalous phenomena (UAP). Salah satu dokumen memuat laporan seorang pilot drone yang mengaku melihat objek bercahaya terang di langit sebelum tiba-tiba menghilang.

Dalam unggahan di platform X pada Jumat, Pentagon menyebut pemerintahan-pemerintahan sebelumnya cenderung berusaha mendiskreditkan atau meredam rasa ingin tahu publik terkait UFO. Namun Presiden Donald Trump, menurut Pentagon, kini memilih pendekatan keterbukaan penuh kepada masyarakat.

“Presiden Trump fokus memberikan transparansi maksimum kepada publik, yang pada akhirnya dapat menilai sendiri informasi dalam dokumen-dokumen ini,” tulis Pentagon. Mereka juga menyatakan dokumen tambahan akan dirilis secara bertahap, sebagaimana diberitakan sejumlah kantor berita di Amerika dan Rusia.

Selain Pentagon, proyek keterbukaan dokumen UFO ini juga melibatkan Gedung Putih, Direktur Intelijen Nasional, Departemen Energi AS, NASA, dan FBI.

Situs baru yang memuat dokumen-dokumen UAP itu memiliki tampilan bergaya retro, lengkap dengan gambar hitam-putih objek terbang misterius dan tulisan bergaya mesin ketik lawas. Dalam rilis tahap pertama, terdapat 162 dokumen yang mencakup kabel diplomatik lama Departemen Luar Negeri AS, dokumen FBI, hingga transkrip misi luar angkasa NASA.

Salah satu dokumen mengungkap wawancara FBI dengan seseorang yang diidentifikasi sebagai pilot drone. Dalam laporan pada September 2023 itu, sang pilot mengaku melihat “objek linear” dengan cahaya sangat terang hingga ia dapat melihat “garis-garis di dalam cahaya tersebut” di langit.

“Objek itu terlihat selama lima hingga sepuluh detik, lalu cahayanya padam dan benda tersebut menghilang,” demikian isi wawancara FBI tersebut.

Dokumen lain berupa foto NASA dari misi Apollo 17 tahun 1972 yang memperlihatkan tiga titik membentuk formasi segitiga. Pentagon menyatakan belum ada kesepakatan mengenai sifat anomali tersebut, tetapi analisis awal terbaru menunjukkan kemungkinan bahwa objek itu merupakan “benda fisik”.

Trump sendiri telah memberi sinyal soal pengumuman ini sejak Februari lalu. Sebelumnya, ia juga pernah merilis dokumen terkait pembunuhan Presiden John F Kennedy, Senator Robert F Kennedy, dan Martin Luther King Jr, meski sebagian besar tidak mengungkap banyak hal baru.

Pentagon sebenarnya sudah bertahun-tahun berupaya membuka dokumen terkait UFO. Kongres AS bahkan membentuk kantor khusus pada 2022 untuk membantu proses deklasifikasi dokumen tersebut. Dalam laporan perdana tahun 2024, kantor itu mengungkap ratusan insiden baru UAP, tetapi tidak menemukan bukti bahwa pemerintah AS pernah memastikan keberadaan teknologi alien.

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |