Bupati Bogor Ajak Warga Tonton Film Istimewa, Target 1 Juta Penonton demi Rumah Disabilitas

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG, – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh masyarakat untuk berbondong-bondong menonton Film Istimewa hingga menembus angka satu juta penonton. Gerakan ini bertujuan mulia, yaitu mendukung pembangunan rumah-rumah bagi para penyandang disabilitas di berbagai daerah di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan Rudy usai menggelar acara nonton bareng (nobar) Film Istimewa di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis. Ia menegaskan bahwa pencapaian target satu juta penonton akan menjadi kunci terealisasinya pembangunan fasilitas tersebut.

“Apabila tembus satu juta penonton, maka akan dibangun rumah-rumah istimewa di beberapa kabupaten kota di Indonesia. Ayo berikan dukungan bareng-bareng,” kata Rudy.

Ruang Kreativitas dan Interaksi

Rudy menjelaskan bahwa rumah-rumah tersebut sangat dibutuhkan sebagai ruang aman dan nyaman bagi penyandang disabilitas. Tempat itu dirancang agar mereka dapat berkumpul, berinteraksi sosial, sekaligus mengembangkan kreativitas dan potensi diri secara maksimal.

“Ciptakanlah rumah-rumah buat mereka agar mereka punya ruang untuk berkumpul, ruang untuk berkreasi,” ujarnya.

Lebih jauh, Rudy juga mengajak para kepala daerah di seluruh Indonesia untuk turut serta menggerakkan masyarakat di wilayahnya masing-masing. Menurutnya, film ini membawa pesan mendalam tentang kehidupan dan masa depan anak-anak berkebutuhan khusus.

Nobar Dua Studio Penuh

Kegiatan nobar yang diinisiasi Rudy Susmanto ini berlangsung meriah dan memenuhi dua studio bioskop. Ia menyaksikan film tersebut bersama anak-anak penyandang disabilitas dari Special Olympics Indonesia (SOIna), National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), serta sejumlah kelompok lainnya.

Melihat antusiasme yang tinggi, Rudy berharap perangkat daerah hingga dunia usaha dapat mengajak lebih banyak kelompok masyarakat untuk menyaksikan film ini. Langkah tersebut dinilai krusial agar target satu juta penonton dapat segera tercapai.

“Hari ini dua studio penuh. Tadinya kita ingin lebih. Mudah-mudahan nanti organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain bisa mengajak beberapa kelompok yang lain. Dunia usaha juga bisa mengajak kelompok-kelompok yang lain, biar cepat tembus satu juta,” katanya.

Pesan Perjuangan dan Kolaborasi

Rudy menilai Film Istimewa memberikan pesan yang sangat kuat mengenai perjuangan keluarga dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Film ini juga menunjukkan bahwa anak-anak istimewa tersebut memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan masa depan mereka.

Ia pun memberikan semangat kepada para orang tua yang selama ini dengan penuh dedikasi mendampingi dan membesarkan anak-anak berkebutuhan khusus. “Kita hanya ingin memberikan semangat kepada mereka, ingin memberikan semangat kepada orang tua mereka yang tentunya butuh perjuangan besar membesarkan anak-anak istimewa,” ujar Rudy.

Terkait pendanaan, Rudy menekankan bahwa dukungan terhadap penyandang disabilitas tidak harus seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia mendorong adanya kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sendiri telah memiliki wisma bagi penyandang disabilitas. Fasilitas tersebut direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut pada tahun 2027 dengan menyediakan lebih banyak ruang yang representatif.

“Kita pun Pemerintah Kabupaten Bogor siap berkolaborasi dengan siapa pun, kita bangun tempat yang representatif untuk anak-anak kita semua,” kata Rudy.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Pemilu | Tempo | |