CANTIKA.COM, Jakarta - Industri skincare atau perawatan kulit global tengah memasuki fase baru. Fokus yang sebelumnya bertumpu pada hasil instan kini bergeser ke pendekatan longevity, yaitu menjaga kesehatan dan ketahanan biologis kulit dalam jangka panjang.
Pendekatan ini menekankan bahwa penuaan bukan sekadar persoalan tampilan, melainkan proses biologis hingga ke tingkat sel. Paparan sinar matahari, polusi, stres, dan peradangan ringan yang berlangsung terus-menerus terbukti memengaruhi cara sel kulit bekerja.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan fungsi pelindung kulit sekaligus memperlambat regenerasi kulit alami. Salah satu molekul yang menjadi sorotan dalam riset estetika modern adalah NAD+ (Nicotinamide Adenine Dinucleotide).
Molekul ini berperan sebagai “sumber energi” bagi sel, terlibat dalam produksi energi, perbaikan DNA, pengendalian peradangan, serta mekanisme alami tubuh yang berkaitan dengan penuaan sehat.
Sejumlah publikasi ilmiah menunjukkan bahwa kadar NAD+ menurun seiring bertambahnya usia dan meningkatnya paparan stres lingkungan, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas fungsi sel kulit.
Sistem perawatan dan protokol klinis FOURGENIC, dikembangkan oleh dr. Dedy Chandra, pendiri sekaligus dokter estetika DL Beauty/Foto: Doc. DL Beauty
DL Beauty mengadopsi pendekatan berbasis NAD+ melalui konsep Decoding Longevity yang menempatkan sains regeneratif sebagai fondasi perawatan kulit modern. Tujuannya bukan hanya memperbaiki tampilan visual, tetapi juga mengoptimalkan fungsi biologis kulit agar tetap stabil dalam jangka panjang.
Konsep ini diwujudkan dalam sistem perawatan dan protokol klinis FOURGENIC, dikembangkan oleh dr. Dedy Chandra, pendiri sekaligus dokter estetika DL Beauty dengan pengalaman lebih dari dua dekade.
Sistem ini dirancang sebagai jembatan antara praktik klinis dan perkembangan riset global di bidang biologi sel, epigenetik, dan longevity.
“Pendekatan terhadap penuaan kulit perlu bergeser dari pola korektif menjadi preventif dan regeneratif. Kualitas kulit sangat ditentukan oleh bagaimana sel bekerja dan mempertahankan fungsinya. Karena itu, perawatan perlu dimulai dari tingkat biologis paling dasar,” ujar dr. Dedy melalui siaran pers, Jumat, 2 Januari 2026.
Sistem FOURGENIC dibangun berdasarkan prinsip epigenetik, yakni pemahaman bahwa cara kerja gen dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan intervensi biologis yang tepat.
Dalam pengembangannya, sistem ini mengombinasikan Nicotinamide Riboside sebagai pendukung pembentukan NAD+, Copper Tripeptide untuk membantu regenerasi jaringan kulit, serta Resveratrol yang berperan melindungi sel dari stres oksidatif.
Sebagai bagian dari penguatan berbasis riset, DL Beauty membentuk DL Beauty Research Centre yang berfokus pada observasi klinis, pengembangan protokol berbasis NAD+, serta edukasi bagi tenaga medis di Indonesia.
“Melalui integrasi riset dan praktik klinis, DL Beauty menegaskan perannya sebagai pelopor pendekatan longevity di industri kecantikan Indonesia. Pendekatan berbasis NAD+ ini mencerminkan arah baru yang lebih ilmiah, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta estetika medis berbasis sains global," kata dr. Dedy.
Pilihan Editor: Rekomendasi Skincare Gift untuk Tukar Kado Akhir Tahun Bareng Bestie
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































